Minggu, 11 Januari 2009

Sekilas Jalur Pendakian Argo Piloso, Gunung Muria


Gunung Muria memiliki beberapa puncak yang sangat eksotis. Diantaranya adalah puncak 29, puncak 27, puncak argo piloso, puncak argojombangan, puncak trumulus dll. Salah satu puncak yang cukup menantang adalah puncak argo piloso. Jalur pendakian yang masih alami memberikan nilai tersendiri bagi kita yang ingin mencoba melakukan pendakian ke puncak argo piloso. Jalur yang paling mudah adalah dari Air Terjun Montel, kita naek terus menuju Air Tiga Rasa. Daerah ini dinamakan Rejenu. Disini kita dapat melakukan persiapan terakhir sebelum melakukan pendakian, biasanya para pendaki akan mengambil persediaan air disini sebelum melakukan pendakian.

Start awal pendakian kita melewati sumber air terus naek ke atas sampai kita menemukan sebuah latar ombo. Jalur dari start pendakian sampai latar ombo terus menanjak naek dan ini memerlukan kesiapan fisik kita agar bisa melewatinya. Sesampai di latar ombo kita dapat beristirahat sebentar untuk melepas lelah. Di latar ombo ini kita dapat menemukan sebuah petilasan yang sampai saat ini kurang jelas milik siapa petilasan itu. Dari latar ombo perjalanan dilanjutkan terus naek sampai kita sampai pada jalan 90 derajat. Dinamakan demikian karena jalannya tegak lurus 90 derajat melewati akar-akar pohon yang cukup licin. Jadi bisa dibayangkan seperti climbing. Para pendaki diharapkan berhati-hati karena dibawahnya adalah jurang.

Setelah melewati jalan 90 derajat perjalanan dilanjutkan menuju puncak. Bagi temen2 pendaki diharap berhati-hati karena sebelum puncak kita akan melewati kebun pohon pisang. Disini jalannya sangat lembab dan licin dan banyak sekali pacet atau lintah. Saya sendiri juga heran kenapa sebelum puncak ditemui banyak pohon pisang. Selama saya naek gunung baru kali ini menemukan sebelum puncak banyak sekali ditumbuhi pohon pisang. Ketika saya tanyakan kepada penjaga sumber air di Rejenu, gak ada yang mengetahui tentang asal-usul terjadinya kebun pisang sebelum puncak argo piloso tersebut. Perjalanan menuju argo piloso dapat kita tempuh selama 2,5-3 jam. Bisa lebih tergantung kekuatan fisik kita masing2. Sesampai di puncak kita dapat menemukan sebuah petilasan sisa peninggalan zaman dahulu. Satu hal yang tidak kalah menariknya adalah dari puncak argo piloso kita dapat menyaksikan pemandangan alam yang sangat menakjubkan apabila kabut tidak tebal. Di sebelah selatan kta dapat melihat puncak argojombangan, sedangkan di sebelah barat kita dapat melihat puncak songolikur 29. Sementara itu nun jauh disebelah utara kita dapat melihat puncak trumulus di balik kabut. Sedangkan di sebelah timur kita dapat melihat laut jawa, kota kudus, pati, jepara dan sekitarnya. Bagi yang belum pernah kesini silahkan di coba, tetap semangat dan selalu jaga alam ini yang telah dititipkan Allah kepada kita untuk kita pelihara dan lestarikan.

(Pasukan Langit, 11 Januari 2009)

4 komentar:

  1. aku uga pernah kesini... puncaknya ga terlalu bgus ah ... biasa ajah .. jelek malahan ...
    aku lagi mau ke punck 29 mau ikut.? tp ak ga da kendaran. harus jalan kaki dweh. aku jg pnah ke g.lawu, g.ungaran, g.merbabu. tahun pas lulus besok mau ke merapi
    ------------
    salam ijoh
    dari satuan lintas alam demak..
    hub. kmi ya.
    aku slalu update blog kamu dewh

    BalasHapus
  2. Aq jg pernah kesini bos bulan mei 2007,,
    asyik bgt,bagus bgt,
    menantang.
    sbelum puncak waktu itu longsor,jdi ransel ditinggal sbelum tanjakan curam terakhir.
    foto2 dipuncak e jg kelihatan jelas tanpa kabut.
    pokoknya seru,,

    Salam lestari..........

    BalasHapus
  3. iya bos...aq udah dua kali kesana...jalur pendakian langsung disuguhi tanjakan yang terus menanjak...pokoke seru...coba naek puncak muria yang laen bos yaitu argojombangan...gak kalah seru juga tuh...:)

    Salam Lestari....

    BalasHapus