Kamis, 08 April 2010

Eksotisme Pulau Sempu, Kab. Malang, Jawa Timur


Pulau Sempu adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau jawa. Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, jawa Timur.Saat ini Sempu merupakan kawasan Cagar Alam yang dilindungi oleh Pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata ir payau. Secara geografis, Pulau Sempu terletak diantara 12° 40 45 - 112° 42 45 bujur timur dan 8° 27 24 - 8° 24′ 54" lintang selatan. Pulau ini memiliki luas 877 hektar, berbatasan dengan Selat Sempu (Sendang Biru) dan dikepung Samudera Hindia di sisi Selatan, Timur dan Barat. Pulau Sempu dapat ditempuh dari Malang melalui Pantai Sendang Biru dan penyeberangan menggunakan perahu nelayan serta mendapat perizinan untuk masuk ke Pulau Sempu.

Pulau Sempu memiliki empat ekosistem yakni ekosistem hutan mangrove, ekosistem hutan pantai, ekosistem danau dan hutan tropis dataran rendah. Sesuai penelitian beberapa ahli, iklim kawasan pulau Sempu termasuk tipe C dengan curah hujan rata-rata 2.132 mm per tahun. Musim hujan umumnya terjadi pada bulan Oktober dan April sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Juli sampai September. Di pulau Sempu terdapat lebih dari 223 jenis tumbuhan, dan 144 lebih jenis burung spesies baru dan mamalia dan hewan langka lainnya. Malah, di Pulau Sempu masih ada macan Tutul serta 20 spesies Macan Kumbang. Penjaga pulau dari BKSDA menyebut, binatang buas itu sering tampak di sekitar Telaga Lele dan Teluk Semut.

Menyeberang ke Pulau Sempu hanya menghabiskan waktu kurang dari 30 menit. Jika dari pusat Kota Malang maka arahkan kendaraan menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dalam waktu dua jam kita akan tiba di perairan Sendang Biru. Setelah mengurus perizinan kita bisa lansgung cari saja nelayan setempat yang menyewakan perahu dengan harga sama rata Rp.100.000,00 PP. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Segara Anakan selama 1 jam 30 menit, menyusuri hutan tropis dataran rendah. Kita harus melewati medan cukup sulit hingga bersudut kemiringan 60 derajat. Yang paling menantang tentu saja saat melewati jembatan dari pohon rubuh yang terbentang di atas sungai alam. Satu jam 30 menit kemudian aroma pantai sudah menyergap ketika perairan Segara Anakan sudah terlihat begitu hutan tropis berakhir. Selama sekitar 15 menit menyusuri sisi Danau Segara Anakan yang berair payau kita akan menjumpai satu pantai kecil yang berpasir putih. Tak ada satupun hunian ditempat itu sehingga jika ingin menginap harus membawa tenda dan peralatan petualangan lainnya.

Air Danau Segara Anakan sebenarnya berasal dari air Laut Samudera Hindia. Air itu masuk melalui lubang bulat besar di tebing bagian tenggara. Sehingga saat ombak masuk, air akan terlihat begitu indah. Dari Pantai Segara Anakan masih terdengar debur Samudera Hindia menghantam tebing curam di sisi selatan Pulau Sempu. Jika naik ke atas tebing di sisi Segara Anakan bakal terlihat hamparan Samudera Hindia yang amat luas. Pengunjung yang beruntung bisa saja melihat lumba-lumba ataupun penyu yang tengah berenang. Namun jika tak beruntung barangkali akan menemukan jejak kucing hutan. Jejak binatang penyembunyi itu ditemukan di pantai tak bernama dibalik punggungan bukit Segara Anakan. Ketika berkunjung ke Segara Anakan maka sudah selayaknya menyusuri pantai dan bukit menuju Pantai Pasir Panjang. Pantai ini memiliki eksotisme yang bagus di pagi hari dengan deburan ombak dan semilir angin yang menyejukkan. Diantara kami bahkan melihat secara tidak sengaja anak Macan Kumbang berwarna hitam yang sangat lucu ketika perjalanan menuju Pantai Pasir Panjang. Hari pertama kami ngecamp di Segara Anakan dan hari kedua kami ngecamp di Pantai Pasir Panjang.

(Pasukan Langit, 8 April 2010)

4 komentar:

  1. KALO NGECAMP SAMA KELUARGA AND ADA ANAK KECIL BAHAYA GA MAS?...SUWUN

    BalasHapus
  2. gpp...tapi selama masuk perjalanan menuju segoro anakan, anak2 tetep harus diperhatikan dan diawasi...namanya juga alam bebas...tetep safety harus diutamakan...kalau akhir pekan sabtu-minggu banyak wisatawan yang ke segoro anakan...baik dari mancanegara maupun lokal...pastinya mereka juga mengajak keluarga mereka, sanak famili dan anak2...okey selamat berlibur ya...:)

    BalasHapus
  3. Itu adalah cagar alam yang selayaknya tidak boleh di masukin manusia kecuali untuk tujuan penelitian. Pemerintahnya koplak...wisatawannya juga koplak...ngakunya pecinta alam..yang ada nyampah aja

    BalasHapus
  4. Anonim...gimana bisa sharing..hadeeeh...ck..ck..ck..

    BalasHapus