Sabtu, 29 Oktober 2011

Gunung Ungaran (2050 Mdpl) Via Jimbaran







Gunung Ungaran (2050 Mdpl) terletak di Kabupaten Semarang dan merupakan salah satu gunung yang terdapat bangunan bersejarah Situs Candi Gedong Songo di lerengya membuat tempat ini sangat ramai apabila memasuki akhir pekan. Untuk menuju ke Gunung Ungaran dari luar kota kita dapat naek bus jurusan Semarang turun di Terminal Terboyo yang merupakan terminal terbesar di Kota Semarang. Berikut adalah catatan perjalanan kami :

Terminal Terboyo-Pasar Jimbaran : Minibus (07.00-07.45 Wib.) 
Dari Terminal Terboyo perjalanan dilanjutkan naik Minibus menuju Pasar Jimbaran kurang lebih 45 menit perjalanan dengan tarif Rp. 10.000,00. Sampai Pasar Jimbaran yang merupakan pasar tradisional penduduk lereng Gunung Ungaran udara cukup sejuk berkisar 25 derajat celcius. Kami memulai persiapan dan mengecek perbekalan dan perlengkapan yang kami bawa. 

Pasar Jimbaran-Pos I Mawar : Ojek (08.00-08.20 Wib.)
Dari Pasar Jimbaran perjalanan dilanjutkan naek ojek kurang lebih 20 menit dengan tarif Rp. 15.000,00 menuju Pos I atau Pos Mawar dengan jalan yang menanjak melewati perkampungan penduduk. Sebelum sampai Pos Mawar kita akan melewati tempat pariwisata Pemandian Umbul Sidomukti. Tempat ini ramai pengunjung dengan pemandangan yang terbuka sehingga Puncak Gunung Ungaran terlihat jelas dari sini. Disini selain terdapat kolam renang juga terdapat taman bermain bagi anak-anak dan bagi yang suka tantangan disini juga disewakan kuda untuk sekedar refresing atau jalan-jalan di sekitar area Umbul Sidomukti ini.

Pos I Mawar-Pos II Pos Bayangan : Trekking (08.30-09.40 Wib.)
Sampai Pos Mawar perjalanan dilanjutkan kembali dengan trekking menuju Pos II atau Pos Bayangan. Dari Pos Mawar kita dapat melihat Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo dan kami manfaatkan semaksimal mungkin suasana aroma-aroma menawan ini. Awal perjalanan kami memulai kawasan hutan ciri khas pegunungan dengan vegetasi yang sedikit tertutup sehingga udara cukup sejuk. Kami sempat mengabadikan foto di sini. Medan kemudian mulai menanjak dan vegetasi mulai terbuka dengan sehingga cuaca menjadi panas dengan jalanan yang berdebu. Di sini kita sempat beristirahat sebentar dan kami baru sadar bahwa banyak terdapat sisa-sisa kebakaran hutan. Perjalanan kami lanjutkan dan medan mulai memasuki kawasan hutan kembali dengan banyak pepohonan sehingga suasana menjadi sejuk, ditengah perjalanan kami melewati sungai dan terdapat air terjun kecil sehingga suasana menjadi segar. Suara air dan angin semilir begitu kami rindukan selama ini. Kemudian perjalanan kami lanjutkan dengan medan yang semakin menanjak dan akhirnya kita sampai Pos II Pos Bayangan dimana terdapat gubuk peristirahatan dan tanah datar cukup untuk 2-3 tenda. Karena lokasinya di dalam hutan pemandangan tidak terlihat dari sini. Dari Pos I mawar Sampai Pos II Bayangan perjalanan trekking kami 1 jam 10 menit plus istirahat.

Pos II Pos Bayangan-Desa Promasan : Trekking (09.45-10.45 Wib.)
Dari Pos II Bayangan perjalanan dilanjutkan menuju Puncak Gunung Ungaran tetapi karena hari masih siang kami memutuskan untuk singgah dulu di Desa Promasan yaitu desa terakhir di lereng Gunung Ungaran. Sebelum sampai Desa Promasan kita akan melewati Padepokan Karyatani Sidomukti sebagai tempat orang-orang penganut aliran kepercayaan. Di sini sumber air sangat melimpah ditampung di sebuak kolam penampungan. Setelah melewati hutan dan padepokan, perjalan dilanjutkan melewati kebun kopi dan setelah menemukan pertigaan ikuti penunjuk arah ke kiri jalan menuju puncak sedangkan lurus adalah jalan menuju Medini yaitu jalur lain pendakian lewat Boja, Kendal. Di pengujung jalan kebun kopi kita akan menemukan pertigaa dimana kekiri akan menuju puncak sedangkan ke kanan kita akan melihat hamparan kebun the dan menuju Desa Promasan. Puncak Gunung Ungaran terlihat indah sekali dari sini. Sampai Desa Promasan kami beristirahat dan mengisi perut yang udah keroncongan sambil melihat pemandangan sekeliling kita akan menemukan Gua Jepang peninggalan zaman penjajahan Jepang dulu dan akan menemukan juga kolam pemandian sebagai tempat kebutuhan sehari-hari Penduduk Desa Promasan. Desa ini sangat terpencil dan jauh dari kota dengan berjumlah kurang lebih 12 kepala keluarga tetapi menawarkan kedamaian alam yang jarang kita jumpai sekarang ini. Disini persediaan air sangat melimpah dan merupakan sumber air terakhir sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak.

Desa Promasan-Puncak Gunung Ungaran : Trekking (13.30-16.30 Wib.)
Menjelang sore kami bertiga melanjutkan perjalanan menuju puncak melewati hamparan kebun teh yang masih hijau terus menanjak naek melewati padang terbuka sampai akhirnya kita sampai di kaki Gunung Ungaran. Vegetasi mulai memasuki kawasan hutan kembali sehingga suasana menjadi tenang dan sejuk terus menanjak naek sampai kita pada batas vegetasi ditandai dengan banyak batu-batu tebing yang besar. Setelah melewati hutan vegetasi mulai terbuka dengan padang ilalang dan batu-batu besar, kabut dan angin cukup kencang meskipun masih taraf normal. Mendekati puncak perjalanan semakin menanjak melewati padang ilalang dan beberapa punggungan bukit kurang lebih 3 jam akhirnya kami sampai di Puncak Raiders, Gunung Ungaran (2050 Mdpl) ditandai dengan sebuah Tugu setinggi kurang lebih 1,5 meter. Karena kami berangkat hari jum’at, malam hari di puncak begitu tenang dan sepi dan kami hanya menemukan satu kelompok pendaki dan ngecamp jauh dari tempat kami mendirikan tenda. Malam hari puncak suhu berkisar 15 derajat celcius dan di pagi hari mencapai 12 derajat celcius. Pagi hari matahari begitu indah dengan hamparan awan dibawah kami. Begitu beruntung kami karena dari puncak kita dapat melihat di sebelah barat terlihat jelas sekali Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Slamet sedangkan di sebelah selatan Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi dengan asapnya terlihat menawan. Sedangkan di sebelah tenggara Gunung Lawu terlihat memanjang sungguh indah. Menjadi sebuah pengalaman berharga bagi kami bisa mendaki Gunung Ungaran (2050 Mdpl) dengan segala daya tarik dan eksotikanya.
(Pasukan Langit, 29 Oktober 2011)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar