Kamis, 17 November 2011

Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) : Eksotika Nusantara

Pulau Lombok, siapa yang tidak tahu pulau ini. Pulau yang menawarkan pariwisata eksotika ini sangat terkenal sampai dunia internasional. Terkenal dengan Pantai Senggigi dan Pulau Gili Trawangan merupakan surga dunia tersendiri bagi para pecintanya. Kami sempat menikmati keindahan Pulau ini beberapa waktu lalu tetapi baru kami posting sekarang. Berangkat dari Malang kami menuju Surabaya ke Bandara Udara Juanda untuk melakukan penerbangan ke Pulau Lombok. Dari Surabaya kami naik Pesawat Lion Air Rute Surabaya-Mataram dengan harga Rp. 230.000,00 pada waktu itu menuju Bandara Udara Selaparang, Mataram. Perjalanan udara dapat ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Akan tetapi sekarang Bandara Udara Selaparang mulai 30 September 2011 Bandara Udara ini resmi ditutup dan tidak lagi difungsikan sebagai pusat transit transportasi udara. Sebagai gantinya dialihkan dengan Bandara Udara Internasional Lombok di Kabupaten Lombok Tengah, NTB dan diresmikan oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 20 Oktober 2011.

(Bandara Selaparang)

Di Mataram kami menginap di Hotel Jayakarta di pinggiran Pantai Senggigi dan begitu indah pemandanganya. Di hari pertama kami mengunjungi peninggalan kuno berupa Candi-Candi dan kerajinan gerabah maupun keramik. Di setiap perjalanan masih banyak dijumpai hutan dan sawah serta jalanan yang masih melaju mulus tidak begitu macet seperti yang selalu kita alami di Pulau Jawa. Perjalanan di Pulau Lombok ini kami menggunakan jasa tour dan travel yang siap mengantar kami jelajah mengelilingi Pulau lombok. Tengah malam kami keluar dari hotel dan berjalan menuju belakang hotel sambil menikmati heningya suasana malam Pantai Senggigi. Angin lembut menerpa badan dan tak terasa hari udah larut malam kami memutuskan istirahat untuk persiapan perjalanan esok pagi.

(View Pantai Senggigi)

(Sisi Lain Pantai Senggigi)

Esok pagi kami bangun pagi2 sekali ingin menikmati Sunrise di Pantai Senggigi. Mantap begitulah yang kami rasakan. Sesekali terlihat perahu nelayan sedang mencari ikan. Pukul 07.00 WITA kami bersiap2 mandi dilanjutkan sarapan pagi tepat pukul o9.00 WITA kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Gili Trawangan. Kami sempat singgah dulu di beberapa tempat wisata yang tidak kalah menarik seperti grosir yang menjual segala pernak pernik ciri khas Pulau Lombok seperti Kaos, Mutiara, Kerajinan2 baik dari perak maupun ukir-ukiran dsb. Sepanjang perjalanan pemandangan begitu indah sehingga tidak membuat bosan perjalanan. Kami sempat berhenti di sebuah jalan paling tinggi sehingga dapat memandang dengan leluasa indahnya Pantai Senggigi.

(Begitu Indah Lukisan Alam)

(Birunya Laut Begitu Damai)

(Muanteeep Abisss)

Di tengah perjalanan ada beberapa ruas jalan yang masih diperbaiki dan diperlebar dan tentunya untuk memudahkan akses transportasi tentunya kedepanya. Sampai terminal bus kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki transportasi tradisional ciri khas Lombok yaitu Cidomo (kendaraan transportasi menggunakan kuda) seperti di Pulau Jawa namanya Dokar atau Andong. Sepuluh menit perjalanan menggunakan Cidomo, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki Perahu Mesin menuju Pulau Gili Trawangan. Selain Gili Trawangan, ada dua pulau lagi yang tidak kalah terkenal yaitu Pulau Gili Meno dan Pulau Gili Air. Kurang lebih 30-45 menit perjalanan air dimana di tengah2 laut ombak cukup membuat kami was-was akhirnya kami sampai di Pulau Gili Trawangan. Disini banyak sekali turis mancanegara yang berkunjung dan banyak disewakan losmen2 kecil dan cafe untuk bermalam.

(Gili Trawangan)

(Sisi Lain Pantai di Gili Trawangan)

Pulau Gili Trawangan memiliki fasilitas yang lengkap, bila anda ingin menyelam disini banyak disewakan alat2 untuk Snorkeling dan apabila anda ingin menjelajah Pulau Gili Trawangan anda dapat menyewa sepeda ontel Rp. 25.000,00 per jam sambil santai berkeliling menikmati indahnya pemandangan sekitar. Disini juga disewakan perahu-perahu yang disewakan untuk melihat keindahan bawah laut seperti terumbu karang dan ikan-ikan hias dengan biaya Rp. 50.000,00. Di Pulau Gili Trawangan ini juga sebagai tempat penangkaran Penyu dimana Penyu2 ini dirawat dan dijaga sehingga kelangsungan hidup mereka terjamin dengan aman. Baru setelah dirasa cukup dewasa Penyu2 ini akan dilepas kembali ke laut sebagai tempat habitatnya. Dengan penangkaran Penyu ini diharapkan dapat menghindari kepunahan. Menjelang sore kami kembali menuju Pulau Lombok kembali dengan menyeberang laut menggunakan perahu yang mengantar kami tadi. Karena perut mulai lapar sesampai di Pulau Lombok kami ingin secepatnya menikmati makanan khas Pulau Lombok, apalagi kalau bukan Ayam Taliwang. Maaak Nyuuus ayamnya begitu empuk dan sambal kecapnya mantaaap abiiis.

(Tempat Penangkaran Penyu)

(Foto di Gili Trawangan)

Di hari ketiga hari terakhir sebelum bertolak kembali menuju Surabaya kami tak ketinggalan menuju perkampungan Suku Sasak. penduduk asli Pulau Lombok yang menganut Agama Islam. Ada cerita unik disini Suku Sasak Sade kaau kita mungkin mengepel lantai menggunakan air disana mereka kalau mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Itulah kepercayaan mereka yang mereka yakini. Mereka banyak menjual cinderamata yang terkenal seperti kain khas Suku Sasak yaitu Kain Songket seperti yang saya kenakan di kepala pada gambar diatas. Belum lagi mutiara-mutiara yang sangat bagus dibuat seperti cincin, gelang, kalung dsb.

(Rumah Suku Sasak)

 
(Madu Putih Sumbawa)

Menjelang siang kami kembali menuju Bandara untuk kembali balik ke Surabaya dilanjutkan perjalanan darat menuju Malang. Di tengah perjalanan kami membeli oleh-oleh yang khas yang sangat terkenal yaitu Telur Asin dan Madu Putih Sumbawa. Warnanya yang putih berbeda dengan madu2 yang kita kita liat biasanya. Tidak kalah penting khasiatnya sangat banyak sekali Madu Putih ini dan tentunya sangat bagus buat kesehatan. Pastikan madu harus asli dengan dijual berkisar antara Rp. 60.000,00-Rp.70.000,00 per botol. Perjalanan ke Pulau Lombok, NTB memberikan pengalaman tersendiri bagi kami dimana begitu indahnya alam Nusantara kita ini tidak kalah dengan negara-negara lain. Suatu saat kalau Allah SWT mengizinkan kami ingin kembali ke sini tentunya dengan petualangan baru yakni mendaki Gunung Rinjani, gunung tertinggi di Nusa Tenggara Barat yang tidak kalah bagus pemandangan dan panoramanya.

(Pasukan Langit, 17 November 2011)

2 komentar:

  1. buat traveller pencinta pulau pulau se Indonesia, bali, lombok, dll, yang suka jalan sendiri ala backpacker atau yang traveling dengan ngambil paket wisata lombok .. ada lagu yg pas sekali untuk tulisan ini.. judulnya : INDONESIA i love you - oiya, indonesia juga terkenal lho akan oleh-olehnya kalo kita travelling.. nah sebagai salah satu ide oleh oleh mungkin bisa cari orang atau toko oleh oleh yang jual madu asli , karena madu asli itu bagus buat oleh oleh atau dikonsumsi sendiri saat travelling, biar jalan jalannya kuat dan tetap sehat (karena madu bisa jaga sehat & stamina kita)- makasih untuk tulisannya ini ya kakak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo...salam kenal...terima kasih telah mengunjungi blog saya :)

      Hapus