Rabu, 11 Januari 2012

Eksotisme Dibalik Kabut Ranu Kumbolo (2395 Mdpl)

Akhir tahun 2011 kemarin kami tutup petualangan kami ke Ranu Kumbolo, sebuah danau di kaki Gunung Semeru yang menawarkan keindahan alam ciri khas pegunungan pada ketinggian 2395 Mdpl. Danau Ranu Kumbolo masuk dalam wilayah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gunung Semeru sendiri ditutup untuk pendakian dan dibatasi sampai kalimati. Perjalanan kali ini kami memulai dari Kota Malang dimana kami tinggal dengan menggunakan sepeda motor. Kami berangkat beranggotakan lima orang (junedz, Faris, Yoga, Khamdan dan Edy), dan berikut catatan perjalanan kami di penghujung akhir tahun 2011 :

Kota Malang –Tumpang : 1 Jam Perjalanan (Sepeda Motor)
Dari Malang kami menuju Tumpang dah singgah sebentar di rumah Edy untuk mempersiapkan segala hal dalam pendakian kali ini. Sementara surat perizinan dan surat keterangan dokter jauh2 hari si Faris udah mengurusnya sehingga perjalanan kali bener2 kami persiapkan dengan matang. Di Tumpang tak lupa kami mengisi bensin full sementara aku sendiri ingin menguji ketangguhan Smash Titanku melewati 2 jam kedepan trek yang menanjak dan ekstrem. Full bensin dan Oli Motul Gold 15w/50 telah aku persiapkan sebelumnya.

Tumpang-Desa Ngadas : 1 Jam perjalanan (Sepeda Motor)
Perjalanan kemudian kami lanjutkan dari Tumpang menuju Desa Ngadas, sebuah desa yang mayoritas penduduknya beragama hindu dan merupakan salah Satu Suku Tengger dengan kearifan lokalnya yang selalu memegang teguh adat istiadat budaya। Sepanjang perjalanan kita akan melihat pemandangan alam yang sangat indah dan kita akan melewati beberapa tempat wisata yang patut untuk dikunjungi seperti Coban Pelangi dan Coban Trisula. Kami sempat mampir di warung makan di Coban Pelangi untuk mengisi perut agar tidak masuk angin karena cuaca yang dingin dan berkabut. Akhirnya cobaan dimulai dari sini bagi sepeda motor kami jalanan mulai menanjak dengan kondisi jalan berbatu sesekali melewati jalan paving yang licin. Alhamdulillah itu tidak menjadi halangan bagi Smash Titanku tidak ada trouble sama sekali benar2 Tiada Tanding bahkan aku harus menunggu teman2 lain yang sepeda motornya bermasalah.


Desa Ngadas–Ranu Pane : 1 Jam Perjalanan (Sepeda Motor)
Sampai Desa Ngadas kami disuguhi pemandangan yang sangat menarik। Hamparan pegunungan hijau dibalik kabut menawarkan ketenangan alam yang tidak pernah kita jumpai di kota. Tenangnya alam dan ramah senyum penduduk desa menjadi obat alami bagi kami yang tentunya memberikan kesan tersendiri. Kemudian perjalanan kami lanjutkan menuju Ranu Pane sebuah desa terakhir sebelum memulai trekking menuju Ranu Kumbolo. Di setiap perjalanan tak henti-hentinya kami takjub dengan pemandangan alam yang kami lalui. Sampai Ranu Pane kami lalu mengurus semua perizinan di Pos Pendaftaran. Di sana kami bertemu dengan banyak teman-teman pendaki dari berbagai daerah.

Ranu Pane –Pos I : 1 Jam Perjalanan (Trekking)
Setelah perizinan selesai kami memulai perjalanan trekking dimulai dari jalan beraspal melewati perkebunan penduduk yang sangat indah। Ranu Pane di ketinggian 2200 mdpl memang sangat dingin। Kemudian perjalanan berubah menjadi jalan setapak yang sudah dipaving sehingga perlu kehati-hatian karena jalan licin dan banyak lumut. Jalanan agak menanjak sampai akhirnya tiba di Pos I ditandai dengan adanya tempat peristirahatan. Disini kami istirahat sebentar sambil melepas lelah.

Pos I–Pos II : 20 Menit Perjalanan (Trekking)
Karena Pos I menuju Pos II loaksinya perdekatan kami tidak lama beristirahat untuk melanjutkan perjalanan menuju Pos II। Di Pos II kami bertemu beberapa pendaki sehingga kami bisa saling mengenal satu sama lain dalam satu persahabatan. Sepanjang perjalanan kondisi hutan masih alami dan masih tertutup rapat vegetasinya kadang kami harus melewati semak belukar yang cukup tinggi. Kami cukup lama beristirahat disini sebelum melanjutkan perjalanan ke Pos II.


Pos II–Pos III : 1,5 Jam Perjalanan (Trekking)
Perjalanan mulai melelahkan karena kabut yang semakin tebal kadang hujan rintik-rintik menemani kami di setiap langkah perjalanan। Aku sendiri selalu dibagian paling belakang tertinggal jauh dari teman-teman. Sesekali kami harus berhati-hati karena jalan licin dan jurang disamping kami. Melewati bebatuan dan beberapa jalan terkena longsoran dan pepohonan yang tumbang. Disini kami dapat melihat bekas kebakaran hutan beberapa waktu lalu yang masih meninggalkan sisa sampai sekarang. Selama satu setengah perjalanan akhirnya kami sampai Pos III. Kami Beristirahat sambil mengisi perut dengan perbekalan yang kami bawa.


Pos III–Pos IV : 1 Jam 10 Menit Perjalanan (Trekking)
Menuju Pos IV teman2 udah berangkat dahulu aku menyusul di belakang dengan berjalan santai karena trek awal langsung menanjak naik, sesekali aku berhenti melihat sisa-sisa kebakaran yang semakin jelas dimana banyak pohon bertumbangan dan berwarna hitam। Sunyi senyap itulah yang aku rasakan dalam perjalanan menuju Pos IV. Setelah satu jam lebih akhirnya sampai di Pos IV dimana pemandangan Danau Ranu Kumbolo sangat indah sekali terlihat dari sini. Perjalanan kami terbayar sudah dengan hamparan pemandangan di depan kami. Kabut yang berjalanan menuju danau memberikan pemandangan yang luar biasa bagi kami.

Pos IV–Ranu kumbolo : 30 Menit Perjalanan (Trekking)
Setelah puas melihat pemandangan dari Pos IV bergegas kami melanjutkan perjalanan menuju danau। Kami melewati pinggiran danau dengan airnya yang dingin. Banyak penduduk setempat yang mencari ikan di danau dengan memancing. Tetapi karena musim hujan susah untuk mencari ikan. Aku sempat istirahat sebentar dipinggiran danau menikmati tenangya sore itu. Sementara teman-teman sudah sampai di Base Camp Ranu Kumbolo untuk mendirikan tenda. Sambil mengisi perut yang mulai keroncongan dengan makanan ringan dipinggir danau, pikiran melayang jauh terbawa tenangnya sore itu menikmati keagungan Tuhan dibalik eksotisme kabut Ranu Kumbolo. Semoga kan selalu lestari sampai akhir nanti.


(Pasukan Langit, 11 Januari 2012)

6 komentar:

  1. segeerrrr..... wes suwe aq ga kesana :)

    BalasHapus
  2. halo mbak ayune...gimana kabar...:) masih berpetualangan kah...udah punya momongan apa belum...

    BalasHapus
  3. nah iki mas manteb banget , aku 8 kali ke bromo tengger kok yo belum keturutan ke ranu pane - ranu kumbolo-semeru :(

    #pengen dolan ke malang lagi

    BalasHapus
  4. nahh iki manteb mas. pemandangannya jozz banget...

    aku 8 kali ke bomo=tenngger kok yo belum keturutan to yo main ke ranu pane-kumbolo-semeru :(

    hiks jadi pengen dolan ke malang lagi

    BalasHapus
  5. iya mas...lewat tumpang menuju ngadas lanjut ranu pane dijamin disuguhkan pemandangan yang sangat bagus...jangan lupa mampir ke coban pelangi dan coban trisula sekalian...:) wajib dicoba....

    BalasHapus