Rabu, 21 Maret 2012

Obrolan Hangat Dibalik Lembah Pondok Welirang (2250 Mdpl)


 (View Menuju Pondok Welirang)

Nama Pondok Welirang bagi kalangan pendaki tentunya sudah tidak asing lagi. Sebuah pos pada ketinggian 2250 mdpl yang merupakan persimpangan jalur pendakian Gunung Arjuna maupun Gunung Welirang. Apabila kita mendaki lewat jalur Tretes, Pasuruan Jawa Timur pasti kita akan melewati Pondok Welirang yang merupakan Pos III. Dari Pos Pendaftaran akan memakan waktu kurang lebih 7 jam perjalanan melewati jalan berbatu yang cukup terjal dan panjang. Pondok Welirang ini merupakan tempat penampungan belerang yang diambil oleh para penambang belerang dari puncak Gunung Welirang. Tak heran kalau di tempat ini kita akan menemukan gubuk-gubuk yang dibangun oleh para penambang untuk beristirahat dan menampung belerang. Bahkan sumber mata air di Pondok Welirang akan terasa hangat dan mengeluarkan bau belerang.

 
 (Pondok Welirang)

Pada pendakian ke Gunung Welirang yang ke dua, kalau pada pendakian sebelumnya kami ngecamp di Pos II Kokopan maka untuk pendakian kali ini untuk menghemat waktu menuju puncak esok harinya kami memutuskan mencoba untuk ngecamp di Pondok Welirang. Lokasinya di lembah membuat tempat ini sangat dingin bila dibandingkan dengan pos-pos lainya. Pemandangan tidak terlihat karena dikelilingi banyak pepohonan. Suhu waktu subuh bisa mencapai 10-15 derajat celcius. Kami membuat tenda di sebelah kanan jalur pendakian Gunung Welirang dimana kami menemukan tempat yang datar dan terlindung dari angin kencang.

 
 (Istirahat Di Pondok Welirang)

Pondok Welirang merupakan sebuah persimpangan, kalau kita mengambil ke arah kiri merupakan jalur pendakian ke Gunung Arjuna menuju Lembah Kijang, sedangkan kalau kita mengambil arah kanan atau lurus makan menuju jalur pendakian Gunung Welirang. Disini tanahnya berbukit-bukit dan banyak kita jumpai tanah datar untuk mendirikan tenda. Banyak pendaki yang mendirikan tenda disini sebelum melakukan summit attack esok harinya ke puncak arjuna maupun ke puncak welirang. Kami sempat berbicara dengan para penambang mengenai kondisi Pondok Welirang. Para penambang banyak bercerita kalau cuaca buruk pengambilan belerang di puncak akan dihentikan karena kabut yang tebal dan membahayakan terutama asap belerang. Apabila cuaca cerah dalam sehari mereka bisa mengambil belerang sampai puncak dan mendapat upah per hari Rp. 150.000,00. Hasil yang lumayan memang akan tetapi tak sebanding dengan resiko yang akan dihadapi. Di Pondok Welirang mereka juga membuat cetakan untuk bunga edelweiss yang mereka jual antara Rp. 5000,00-Rp. 10.000,00/buah. Sebenarnya banyak cerita-cerita mistis yang berkembang disini, akan tetapi para penambang tidak mau menceritakan dan selalu menutup-nutupi agar para pendaki tetap merasa aman dan nyaman apabila ngecamp disini.

 
 (Bunga Edelweiss)

Bagi kami, Pondok Welirang memberikan kesan tersendiri. Hangatnya api unggun dan minuman hangat menjadi teman setia dibalik dinginya kabut dan canda tawa diantara para pendaki dalam hangatnya kebersamaan. Sebuah aroma terapi yang membuat kita untuk kembali lagi suatu saat nanti. Sebuah kebersamaan dibalik rerimbunan pepohonan di sebuah lembah kehangatan yang bernama Pondok Welirang.
(Pasukan Langit, 21 Maret 2012)

4 komentar: