Rabu, 31 Oktober 2012

Kunang-Kunang : Cahaya Malam Yang Telah Hilang



(Cahaya Kunang-Kunang)

(Kunang-Kunang)

Cahaya malam gelap kini berangsur- angsur telah menghilang. Dahulu ketika kita masih kecil, setiap malam tiba dengan udara yang cerah, di udara bertaburan cahaya malam, yakni Kunang-Kunang. Di pedesaan, di pinggir pantai maupun di batas kota, Kunang - Kunang terus menyalakan cahaya tubuhnya untuk menerangi gelapnya malam. Kemanakah Kunang-Kunang tersebut pergi?

Sungguh unik serangga yang satu ini begitu indah dipandang di malam hari yang sunyi ditemani sang kodok yang asyik bernyanyi. Keindahan cahayanya tidak bisa dibuat oleh manusia, cahayanya akan dihasilkan oleh udara dingin. Akan tetapi, untuk masa sekarang ini Kunang-Kunang yang dulu banyak di jumpai di pinggir pantai, pedesaan telah menghilang entah kemana. Mungkin meninggalkan Bumi kita yang semakin hari panasnya tidak dapat dikendalikan lagi.

Pemanasan global yang terjadi di bumi kita ini telah membuat sang raja cahaya malam menghilang, sungguh menyedihkan karena tangan manusia yang telah membuat Bumi kita panas dan rusak, dan hilanglah sang Kunang-Kunang. Generasi penerus tidak akan bisa melihat keindahannya lagi.

Kunang-Kunang adalah sejenis serangga yang dapat mengeluarkan cahaya yang jelas terlihat saat malam hari. Cahaya ini dihasilkan oleh "sinar dingin" yang tidak mengandung ultraviolet maupun sinar inframerah dan memiliki panjang gelombang 510 sampai 670 nanometer, dengan warna merah pucat, kuning, atau hijau, dengan efisiensi sinar sampai 96%.

Kunang-Kunang termasuk dalam golongan Lampyridae yang merupakan familia dalam ordo kumbang Coleoptera. Ada lebih dari 2000 spesies Kunang-Kunang, yang dapat ditemukan di daerah 4 musim dan tropis di seluruh dunia. Banyak sepesies ini yang ditemukan di rawa atau hutan yang basah dimana tersedia banyak persediaan makanan untuk larvanya. Sungguh ciptaan Tuhan yang mengagumkan.

Lalu bagaimanakah sang raja malam ini bisa mengeluarkan cahaya dari perutnya? Tentu Anda pernah melihat cahaya Kunang-Kunang yang begitu indah, ketika Matahari mulai terbenam dan malam mulai gelap. Sebagian dari Anda mungkin pernah menangkapnya dengan tangan Anda. Lihatlah bagian perut serangga itu yang bercahaya layaknya lampu kedap-kedip.

Bagian perut Kunang-Kunang yang terlihat bercahaya itu sejak dulu sungguh menarik perhatian manusia. Tahukah Anda bahwa cahaya ini digunakan sebagai bahasa komunikasi antar sesamanya? Sang jantan mengeluarkan cahaya yang berkedip dengan kontrol yang teratur untuk mencari pasangan betinanya. Sementara si betina dengan setia menanti di balik rerimbunan pohon.

Atau dengan kontrol flash tertentu lainnya, binatang ini justru dapat mencari mangsa yang akan menjadi santapannya. Lebih hebat lagi, ribuan spesies berbeda memiliki kode flash yang unik, yang hanya bisa dimengerti oleh sesamanya.
Sudah begitu banyak penelitian mengenai fenomena romantik pada serangga yang bercahaya di malam hari itu. Peneliti sudah banyak tahu tentang bagaimana energi kimiawi pada makhluk biologis bisa dikonversi menjadi cahaya. Fenomena ini dikenal dengan nama bioluminescent. Salah satu spesies ubur-ubur laut juga dikenal mempunyai kemampuan bioluminescent ini. Tetapi belum banyak yang tahu misteri tentang penyebab adanya sinyal kedap-kedip pada Kunang-Kunang.

Prof. Barry Trimmer dari Tufts University, Massachusetts, dalam publikasinya pada majalah Science vol 292 tahun 2001 berhasil menguak proses kimia pada mekanisme kedap-kedip cahaya Kunang-Kunang. Kuncinya adalah pada molekul sederhana Gas Nitrogen Monooksida (NO) yang berfungsi sebagai penghantar sinyal flash.

Pertanyaannya, apakah benar sang Kunang-Kunang telah musnah? pergi kemanakah sang Kunang-Kunang? apakah sang raja malam bisa kembali menghiasi desa dan di pesisir pantai? atau serangga tersebut hanya tinggal sebuah legenda yang indah?

Pada intinya pemanasan global yang telah banyak menghilangkan berbagai spesies hewan dan akan menyeleksi semua kehidupan yang ada di muka Bumi ini, termasuk kita sendiri yang akan terkena dampaknya.

Kita harus sadar dan berbuat sedikit hal untuk menyelamatkan bumi. Informasikan ke pada generasi penerus apa yang telah terjadi pada Bumi ini.

(Pasukan Langit, 31 Oktober 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar