Kamis, 11 Juli 2013

Pantai Kondang Merak : Antara Tuna Bakar & Kelapa Muda

Pantai Kondang Merak, sebuah pantai yang terletak di Desa Bantur, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang ini memang memiliki daya tarik keindahan alam tersendiri. Berjarak kurang lebih 68 Km dari Kota Malang pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin merasakan sebuah pantai yang masih alami dan tenang jauh dari keramaian. Ngecamp di sana selama satu malam akan memberikan sensasi tersendiri bagi yang suka petualangan. Kami bertiga (Junedz, Fariska, dan Hakim) dan bagi saya sendiri ini yang ketiga kalinya saya ke Pantai kodang Merak ini. 

 (Tuna Bakar)

Telah banyak perbedaan dari pantai ini dimana sekarang telah banyak pengunjung yang datang Pantai ke Kondang Merak dan pengelolaan telah ada perkembangan dan ditata dengan baik dimana setiap orang dikenakan biaya retribusi masuk sebesar Rp. 5.000,00 sudah termasuk biaya parkir kendaraan. Sesampai disana, seperti biasa kami lalu silaturahmi ke keluarga Pak Basuki yaitu sebuah warung di Pantai Kondang Merak yang sudah sejak lama berada disini mulai dulu ketika pantai ini masih sepi sehingga tidak banyak pengunjung yang datang. Seiring perkembangan waktu, Pantai ini semakin dikenal banyak orang sehingga semakin banyak wisatawan yang datang semakin meningkat pula kesejahteraan warung-warung disni karena mampu meningkatkan pendapatan mereka, apalagi jalan makadam sejauh 4 km menuju Pantai Kondang Merak ini akan diaspal sebagian untuk memudahkan para pengunjung yang ingin berlibur ke sini. Tentunya hal ini menjadi kabar yang bagus mengingat selama ini kalau musim penghujan jalanan sangat becek dan berlumpur.

 (Pantai Kondang Merak)

(View Pantai Kondang Merak) 

Menjelang sore kami mendirikan tenda, pemandangan di Pantai ini di kala senja hari sangat indah sekali. Ternyata tidak hanya kami saja yang ngcamp disini ada dua kelompok lain yang juga mendirikan tenda. Ketika saya menjaga tenda tiba-tiba si Fariska dan Hakim datang membawa ikan belanak kecil yang didapat dari muara yang sedang surut. Tentunya ini bisa menjadi menu tambahan makan malam kami nanti. Malam hari bulan tidak tampak bahkan kadang mendung dan angin laut berhembus kencang sehingga udara cukup dingin. Gelombang begitu besar memecah karang di tengah gelapnya malam. Akhirnya kami mendirikan api unggun untuk menghangatkan badan sambil memasak makanan yang kami bawa. Malam hari suasana begitu sepi, tenang dan damai.

(Ikan Belanak) 

(Senja Hari Pantai Kondang Merak) 

Esok pagi, pemandangan sangat indah sekali sesekali diselingi gerimis kecil-kecil membuat suasana menjadi lebih tenang dan sejuk. Semakin siang semakin banyak pengunjung yang datang bersama keluarganya yang ingin merasakan keindahan Pantai Kondang Merak ini. Sebelum kembali pulang, kami mampir dulu ke warung Pak Basuki sambil bersilaturahmi kami ingin merasakan lezatnya Sate Tuna Bakar Sambal Pedas dan Segarnya Kelapa Muda. Untuk harga 1 Kg Tuna Bakar dikenakan biaya Rp. 35.000,00 sudah termasuk nasi dan sambalnya dan untuk 1 buah Kelapa Muda dikenakan biaya Rp. 6.000,00. Sangat murah dan wajib dicoba bagi anda yang ingin ke Pantai Kondang merak ini.

 (Api Unggun)

 (Persiapan Memasak)

“Perhatian : dikarenakan banyak sekali kecelakaan dimohon kesadaranya bagi para pengunjung untuk selalu berhati-hati dan waspada bila ingin berenang di Pantai Kondang Merak dan mohon diperhatikan bagi yang membawa anak-anak selalu dijaga dan diperhatikan. Patuhilah pesan warga dari Kampung Nelayan untuk tidak berenang di sekitar Aluran (tempat keluar masuk Kapal Nelayan) yang terletak di sebelah selatan pantai karena terdapat jurang laut yang sangat dalam. Telah banyak kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa dikarenakan ketidak hati-hatian dan tentunya hal ini sangat tidak kita harapkan. Hilangkan ego masing-masing, berangkat dengan selamat sampai tujuan dan pulang dengan selamat sampai rumah, Salam Damai Pasukan Langit”
(Pasukan Langit, 11 Juli 2013)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar