Selasa, 08 Oktober 2013

Eksotisme Dibalik Kabut Ranu Kumbolo (2395 Mdpl) Jilid II

Mendengar kata “Ranu Kumbolo”, tentunya tidak asing lagi bagi kita semua. Sebuah danau yang berada pada ketinggian 2395 Mdpl terletak di kaki Gunung Semeru dan merupakan salah satu pos jalur pendakian apabila kita ingin mendaki Gunung Semeru (3676 Mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Bagi kami, ini merupakan yang kedua kalinya ke Ranu kumbolo setelah yang pertama pada tahun 2011 lalu.

Perjalanan kali ini kami menggunakan Mobil Pick Up, dan ternyata lebih sulit menggunakan mobil dibanding sepeda motor. Mobil kami sempat terperosok dan harus menggunakan bantuan teman2 pendaki yang lewat untuk mendorong mobil yang sudah dipinggiran jurang. Sebuah pengalaman yang tentunya sangat mendebarkan. Dari Kota Malang perjalanan kita arahkan ke Tumpang melewati Desa Cemoro Kandang, dilanjutkan menuju Desa Gubuk Klakah dimana disini terdapat wisata Arung Jeram dan Air Terjun Coba Pelangi. Dari Desa Gubuk Klakah perjalanan dilanjutkan terus sampai Desa Ngadas dan terus berlanjut sampai Jemplang, yaitu sebuah pertigaan kalau kita ke kiri akan menuju Gunung Bromo. Di Jemplang kita dapat beristirahat karena terdapat warung sambil menyantap tape goreng atau pisang goreng hangat dan menikmati pemandangan sabana di lembah Gunung Watangan serta Gunung Kursi yang sangat hijau.

Dari Jemplang perjalanan dilanjutkan menuju Pos Ranu Pane, sesampai di Pos Ranu Pane ternyata sudah banyak pendaki yang melakukan izin pendaftaran (jangan lupa membawa Surat keterangan Sehat dari Dokter dan Fotocopy KTP 1 lembar). Setelah urusan perizinan selesai, perjalanan pendakian segera dimulai dan berikut catatan perjalanan pendakian kami :

Pos Ranu Pane - Pos I

Perjalanan dimulai melewati jalan beraspal dimana di kanan jalan pemandangan sangat indah dengan latar belakang area persawahan penduduk sekitar. Sesampai pada batas hutan, perjalanan mulai menanjak naik memasuki hutan dan disini cukup menguras tenaga tentunya membutuhkan stamina yang baik. Perjalanan terus mengikuti jalan setapak memutari pinggiran bukit dimana daerah ini dinamakan Landengan Dowo yang pada akhirnya nanti sampai pada Pos 1 dimana terdapat sebuah posko disebelah kiri jalan yang bisa digunakan untuk beristirahat. Perjalanan normal dari Pos I sampai Pos II dapat ditempuh antara 1-1,5 jam perjalanan.

Pos I - Pos II

Perjalanan dari Pos I ke Pos II merupakan perjalanan terpendek dan jarak tempuh normal kurang lebih 30 menit perjalanan dengan perjalanan yang tidak terlalu menanjak. Pos II ditandai dengan adanya posko peristirahatan di sebelah kanan jalan. Sama halnya Pos I, di Pos II ini pemandangan masih belum kelihatan karena lokasinya berada di dalam hutan yang cukup lebat.

Pos II - Pos III

Perjalanan dari Pos II menuju Pos III merupakan jalur yang memiliki variasi medan baik tanjakan maupun turunan, akan tetapi semakin naik ketinggian pemandangan mulai terlihat bagus. Di pertengahan perjalanan kita akan melewati Watu Rejeng dimana di atas kita batu cadas berwarna hitam tampak menjulang tinggi yang sangat berbahaya apabila longsor. Hawa dingin mulai menusuk dan sesekali hujan kabut datang dan pergi apabila kita melewati Watu Rejeng ini. Disini ada seorang teman kami yang kelelahan dan harus beristirahat cukup lama untuk menghindari kram otot. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam perjalanan kita sampai apda Pos II yang ditandai dengan adanya bangunan di sebelah kanan jalan yang sayangnya waktu kami kesana bangunan ini roboh karena terkena longsor tebing di atasnya.

Pos III - Pos IV

Setelah beristirahat cukup lama di Pos III, perjalanan mulai menanjak kembali tentunya harus berhati-hati apabila tidak ingin mengalami kram otot kaki. Di pertengahan jalan kami sempat menemui para pendaki lain yang mengerang kesakitan karena kram. Banyak sekali para pendaki tidak membawa obat-obatan yang justru memiliki peranan sangat penting apabila kita sakit di tengah perjalanan. Semakin banyak orang yang suka melakukan pendakian tentunya harus diimbangi dengan pengetahuan dasar dalam dunia pendakian dan obat-obatan apa yang sekiranya yang wajib dibawa dalam pendakian apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelum memasuki Pos IV perjalanan kembali datar dan Danau Ranu Kumbolo mulai tampak terlihat dari kejauhan. Kurang lebih 1-1,5 jam perjalanan maka kita sampai Pos IV, sebuah tempat yang sangat indah untuk melihat Danau Ranu Kumbolo secara kelesuruhan diantara kabut yang sesekali datang.

Pos IV – Ranu kumbolo (2395 Mdpl)

Dari Pos IV menuju Danau Ranu kumbolo masih berjalan 30 menit lagi dengan berjalan menyusuri bukit sebelah kanan danau, dan apabila kita melewatinya ketika malam hari cuaca sangat dingin sekali karena kondisi medan yang terbuka dan angin yang langsung turun dari atas ke lembah. Danau Ranu Kumbolo selalu ramai oleh para pendaki, hampir setiap hari selalu ada pendaki yang mendirikan tenda di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke Puncak Gunung Semeru. Semakin meningkatnya orang yang tertarik melakukan dunia pendakian tentunya sekali lagi harus diimbangi dengan pengetahuan dasar tentang pendakian serta peralatan-peralatan apa saja yang harus dipersiapkan. Jangan asal modal nekat saja tapi tanpa diimbangi dengan pengetahuan, peralatan, perlengkapan dan perbekalan yang cukup serta memadai.

(Pasukan langit, 8 Oktober 2013)


Berikut Beberapa Foto Perjalanan Pendakian Menuju Ranu Kumbolo :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar