Rabu, 12 November 2014

Waduk Gunung Rowo : Special My Edelweiss

Waduk Gunung Rowo merupakan sebuah waduk yang tidak asing lagi bagi seluruh masyarakat di sekitar Kabupaten Pati. Waduk ini berada di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Waduk ini terletak di lembah di antara beberapa puncak bukit di lereng Gunung Muria sebelah timur. Selain sebagai tempat penampungan air, waduk ini juga sebagai tempat tujuan wisata alam. Suasana yang sejuk dan segar dikarenakan masih banyak pepohonan membuat tempat ini ramai dikunjungi terutama pada akhir pekan.

 (Background Gunung Muria)

(Padang Rumput)
Pulang ke kampung halaman akhir pekan kemarin tentunya sangat spesial karena bisa bertemu keluarga dan tentunya bersama My Edelweiss tercinta. Setelah mendapat izin dari orang tua, kami meneruskan perjalanan menuju Gunung Rowo menggunakan sepeda motor. Lokasi waduk sangat mudah dijangkau dari Kota Pati sebagai ibukota kabupaten dengan mengikuti jalur angkot jurusan Pati - Gunung Rowo dengan perjalanan kurang lebih 45 menit sampailah kita ke ujung jalan yang merupakan pintu masuk Waduk Gunung Rowo. Bagi yang membawa kendaraan pribadi akan mudah karena tidak banyak persimpangan yang harus di lalui dan hanya mengikuti satu jalan utama yang akan mengantar kita sampai ke lokasi. Sedangkan biaya masuk cukup murah yaitu Rp.3000,00/sepeda motor.
(My Edelweiss)
Waduk ini berfungsi juga sebagai tempat bagi penduduk setempat yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan di mana mereka biasa menjala ikan yang cukup melimpah di waduk ini. Tidak heran banyak penjual ikan olahan seperti Gurame dan Nila yang membuka warung di sekitar waduk dengan harga terjangkau. Kami sempat menikmati Ikan Gurame Bakar + Nasi Hangat + Mie Goreng + Sambal Pedas + Es Kelapa Muda buat dua porsi hanya Rp. 36.000,00 tentunya sangat murah dan terjangkau bagi semua kalangan.
 (Antara Air dan Indahnya Rumput Hijau)

(It's Beautiful)
Ketika kami kesana kemarin, musim sedang kemarau sehingga air danau banyak yang menyusut dan tidak banyak debit airnya. Banyak nelayan yang memancing ikan di sebagian danau yang masih ada airnya sedangkan sebagian dasar danau yang kering muncul rumput-rumput hijau yang sangat indah. Baru pertama kali saya menyaksikan pemandangan indah ini di sebuah danau di lereng Gunung Muria. Begitu indah ciptaan Allah SWT yang wajib kita syukuri. Demikian petualangan saya kali ini bersama My Edelweiss tercinta, salam damai alam ini.
(Pasukan Langit, 12 November 2014)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar